6 Wejangan Ayah yang dapat Menjauhkanmu Dari Bahaya

Banyak orang lebih dekat dengan ibu dibanding ayahnya. Kelembutan hati dan perhatian ibu mungkin jadi daya tarik tersendiri bagi seorang anak. Meski begitu, peran ayah dalam hidupmu nggak boleh disangsikan. Siapa yang mengajarimu bersepeda saat kecil? Siapa yang membiayai kamu sekolah hingga berkuliah? Siapa yang memberikan nasihat manjur saat kamu sedang butuh saran?

Dikutip atm303, peran ayah dalam hidup juga nggak kalah penting untuk diingat. Terlebih ihwal wejangan-wejangannya yang ajaib. Yang kadang nyebelin tapi bermanfaat. Yang kadang kamu sesaat nggak percaya tapi menyesal di kemudian hari karena nggak memperhatikan nasihatnya. Yang kadang bikin kamu membantin “Oh, benar juga ya kata ayah dulu”.

1. Ayah mengajarkanmu untuk menjadi tangguh dan mandiri agar segala masalah hidup mudah kamu hadapi
Nggak cuma ibu yang punya insting menyayangi, ayah juga. Bedanya, insting seorang ayah lebih kepada mendidik anaknya untuk menjadi tangguh. Sejak kecil ayah menanamkan nilai-nilai keberanian kepadamu agar kamu selalu tegar menghadapi kerasnya kehidupan.

Saat kamu berkelahi dengan temanmu dan menangis dulu, mungkin kamu berpikir ayah nggak peduli karena nggak membelamu. Salah, justru beliau sedang melatihmu untuk menyelesaikan masalahmu sendiri. Agar kamu tangguh dan berani.

2. Ayah turut merawat dan mendidikmu sejak kecil, ia tentu paham seluk belukmu sampai bisa memprediksi sesuatu sebelum menimpamu
Meski kelihatannya cuek karena jarang menanyakan ini-itu nggak seperti ibu, namun ayah selalu mengikuti perkembanganmu hingga kini. Beliau paham seluk beluk hidupmu, baik dan buruk perangaimu, kelebihan dan kekuranganmu, dan lain-lain. Maka dari itu jangan heran kalau wejangan ayah manjur, beliau bisa memprediksi hal yang bakal terjadi padamu sebab ia telah mengenal betul sosokmu.

3. Sudah khatam merasakan asam garam kehidupan membuatnya paham berbagai masalah dan cara menyelesaikannya
Salah satu alasan mengapa wejangan ayah begitu ajaib dan selalu berguna bagimu adalah karena beliau telah berpengalaman dalam hidup. Asam garam kehidupan telah berulangkali dikecap olehnya. Nggak heran kalau beliau cocok untuk menjadi orang pertama yang mesti kamu temui saat ada masalah. Solusinya pasti berguna untukmu.

4. Beliau juga pernah melewati masa muda seperti yang kamu jalani, karena itu ia tahu gejolak hidupmu yang ada di dirimu ini
Ayahmu juga pernah muda, jadi jangan pernah meremehkan wejangannya. Beliau pernah ada di posisimu. Beliau tahu bagaimana gejolak anak muda sepertimu. Beliau tentu telah menghadapi berbagai permasalahan saat seusiamu. Pengalaman itulah yang membuatnya merasa perlu untuk membagikannya kepadamu.

5. Restu ayah pun sama pentingnya seperti restu ibu. Dengan menghormatinya, hidupmu akan dimudahkan Tuhan ke depannya.
Restu ayah juga nggak kalah penting dari ibu. Maka saat kamu ingin membuat keputusan besar dalam hidupmu hendaknya minta restu terlebih dahulu kepadanya. Ini juga sebagai cara untuk menghormati sosoknya. Dan banyak keuntungan saat kamu meminta restu kepadanya, beliau pasti memberikan wejangan yang akan bermanaat bagi hidupmu.

6. Meski ayah terlihat lebih cuek, tapi rasa cinta dan sayangnya padamu sama besarnya. Ada kebaikan dari setiap wejangannya
Ayah memang terkesan lebih cuek dari ibu, tapi soal kepedulian beliau nggak kalah dibanding ibu. Beliau hanya nggak segamblang ibu dalam menunjukkannya. Jangan ragukan juga kasih sayangnya. Setiap wejangan dan nasihat yang diberikan olehnya selalu berorientasi pada kebaikanmu. Itulah mengapa kamu sering mendapati banyak kemudahan dalam menjalani hidup. Disadari atau nggak ada andil wejangan ayah di sana.

Setangguh-tangguhnya, semandiri-mandirinya, kamu tetap butuh motivasi dan saran dari orang lain dalam menjalani hidup. Dan motivator dan konsultan hidup paling tepat untukmu adalah ayah. Nggak hanya saat kamu sedang susah, saat senang pun agaknya kamu mesti mengingat atau meminta wejangan darinya. Supaya hidupmu selalu mudah dan jauh dari berbagai masalah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *